i belive i can fly

Doa yang Membebani

Setiap manusia punya persepsi yang berbeda tentang Doa, yang selalu dipanjatkan dalam suatu ungkapan komunikasi yang beragam kepada  Sang pencipta, banyak macam Doa yang keluar dari setiap mulut insan, dibumi yang sudah semakin tua ini dengan beragam pengharapan berdasarkan keberadaannya, mulai dari himpitan ekonomi, masalah perut, masalah rumah tangga, kesehatan, karir dan kesuksesan, dan masih banyak lagi Doa doa yang tak terhitung jumlahnya yang selalu dipanjatkan oleh seluruh insan dimuka bumi ini.

Namun Doa tidak saja diungkapkan sebagai permohonan dan  pengharapan saja, tetapi juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas segala yang sudah kita terima dan rasakan, mulai dari Kesehatan, Kekuatan serta Berkat yang melimpah yang Tuhan sudah berikan kepada kita serta berbagai kesuksesan yang telah kita raih yang semuanya itu kita awali dengan Doa sebelumnya.

Aku percaya bahwa Tuhan adalah pencipta Langit dan Bumi serta segala isinya, dan akupun juga percaya bahwa Dia juga yang menciptakan segala Bangsa di dunia dengan segala bahasanya……sehingga semua umat didunia boleh berharap dan bersyukur kepada NYA dalam ungkapan sebuah Doa.

Dalam kehidupan di jaman yang semakin tak menentu saat ini, tak sedikit orang yang mulai melupakan arti dari  Doa yang sebenarnya, banyak dari mereka mulai menganggap Doa sebagai kegiatan yang biasa biasa saja dan tidak  mempunyai nilai tambah dalam  kehidupan, dengan salah satu alasan  karena banyak dari Doa-doa mereka yang sampai saat ini belum terkabulkan (walaupun tak pernah terucapkan dalam kata kata), sehingga rasa kepercayaan mereka kepada Sang Pencipta mulai menipis, merekapun mulai mencari jalan pintas untuk meraih apa yang mereka inginkan walaupun harus  membayar dengan mahal.

Ditunggangi sifat egois yang tinggi dan keserakahan yang mendalam  membawa mereka masuk dalam jurang pemikiran yang berbeda, sehingga dengan seenaknya mereka meminta apa saja yang mereka inginkan dari Tuhan dalam Doanya, dan mereka sangat berharap Doanya dapat dikabulkan karena kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditawar tawar lagi, bahkan banyak dari   Doa doa yang mereka panjatkan hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain.

Dan ketika harapan tak kunjung datang, keadaan tak juga berubah, impian mulai sirna bagai ditelan bumi, dengan mudah kekecewaan mulai datang menghantui isi kepala mereka dengan berbagai cara dan semakin membawa mereka kedalam jurang keputus asaan dan mulai menjauh dari rancangan dan rencana Tuhan.

Siapakah Tuhan ……menurut kita…?

Siapakah kita ……dihadapan Tuhan…?

Siapakah diri kita….?

Orang orang yang tak ingin menjawab dengan alasan tak sempat dan tak punya waktu untuk menjawab lebih memilih meniggalkan pertanyaan diatas dan terus berlari mencari harapan kepada orang orang yang dianggap sakti dan sanggup dalam memenuhi harapan dan impian mereka.

Teringat aku akan doa yang dipanjatkan oleh tiga pokok tunas pohon pinus yang tumbuh berdekatan di sebuah hutan dekat perkampungan,  tunas yang pertama berharap kalau besar nanti ingin menjadi ” tempat tidur yang mewah untuk seorang raja”,  tunas yang kedua ingin menjadi “kapal yang mewah”, sedangkan tunas yang ketiga berharap ingin menjadi  “sebuah menara yang tinggi” dengan harapan bisa dikenal di seluruh punjuru dunia.

namun dalam perjalanan waktu, ketika pohon-pohon itu menjadi besar….kedaan mulai berubah, harapan pun mulai sirna, daun daun mulai berguguran dan ranting-ranting mulai berjatuhan ketanah…..ketiga pohon itupun mulai ditebang dan dirubuhkan.

Batang pohon yang pertama dibuat papan dan dijadikan kandang kambing dan tempat makannya.

Batang pohon yang kedua dibuat menjadi perahu nelayan yang kecil untuk menangkap ikan di laut.

Batang pohon yang ketiga hanya dibuat berbentuk balok balok dan diletakan di samping rumah sang pemilik.

Karena keyakinannya yang tak tergoyahkan, seperti matahari yang selalu menepati janji bersinar dipagi hari, seperti pelangi yang selalu muncul setelah hujan dan seperti sungai yang  mengalir tanpa lelah…..semua kepedihan berubah menjadi senyuman…

Disanalah Seorang Raja dilahirkan, didalam palungan disebuah kandang  kambing/domba yang sangat menggemparkan dunia, dan diatas perahu nelayan kecil itulah Tuhan pernah  berkhotbah kepada para hambanya ditepi sungai galilea, dan dengan  balok balok yang dibentuk itulah Tuhan kita disalibkan …sehingga dapat dikenang diseluruh penjuru dunia …dari dahulu, saat ini, dan   sampai selama lamanya.

“Tetapi rencana KU…bukan rencanamu”  (manusia boleh berencana, tetapi Tuhan diatas segalanya)

dengan rancangan NYA kita dibentuk untuk menjadi pribadi pribadi yang selalu percaya kepada NYA

Bersihkanlah hati mu dari segala kotoran yang berdiam didalamnya……dan Arahkanlah pikiranmu kepadaNYA dan Pujilah nama NYA………. Tuhan Selalu menjagamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: