i belive i can fly

Air dari Cadas

Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan dan pasti dikenang oleh siapapun insan didunia ini, terlebih lagi ketika masa muda itu diisi dengan pengalaman pengalaman yang menarik untuk dikenang sepanjang masa, dari pergaulan bersama teman sekolah, teman dekat rumah, masa berpacaran, kekompakan suatu kelompok hingga kumpulan kumpulan tak resmi lainnya yang kesemuanya itu menjadi kenangan terindah dalam hidup yang beberapa diantaranya diabadikan lewat photo, goresan nama di pohon, tulisan bahkan ada sebagian orang yang rela menuliskan kenangan nya berbentuk tatto di tubuh agar selalu di ingat. Sungguh masa muda memang sulit untuk dilupakan, Beberapa pengalaman masa lalu ku juga menyenangkan untuk diingat dan banyak pengalaman yang indah yang aku rasakan, namun ada satu kenangan yang tak mungkin bisa kulupakan ketika usiaku menginjak 20 tahun.

Ketika matahari mulai memancarkan sinarnya dipagi hari, dan burung burung mulai berterbangan untuk mencari makan, ketika para pekerja bergegas meninggalkan rumahnya untuk mencari nafkah dan bisingnya  suara kendaraan yang mulai beraktifitas, akupun terbangun dari tidurku, namun sungguh tidak bisa dipercaya…….seperti ombak menelan matahari…..tak sedikitpun terpikir dalam otakku, seperti mimpi, Masih dengan perasaan tidak percaya aku mencoba menutup mataku  dan membukanya kembali, aku berharap ini hanyalah mimpi buruk ku, namun aku tetap tidak bisa menggerakan semua tubuhku, setelah beberapa kali mencoba sekuat tenaga,  dengan penuh kekecewaan baru kusadari bahwa  aku telah lumpuh.

Pupus sudah semua keinginan yang ada dalam benakku,  bagai menelan pil pahit, stress yang mendalam  yang tak pernah kualami kini setiap hari menghantui pikiranku, kecewa, bimbang, emosi, malu menjadi santapanku sehari hari, mau tidak mau, suka tidak suka  semua bercampur memenuhi isi kepalaku mengisi hari hariku…. seakan tak ada jalan lagi didepan mataku, hari hariku hanya diisi dengan Doa, namun seakan tak terdengar oleh Tuhan…perasaan cemas,  gelisah dan rasa takut yang mendalam datang silih berganti tak pernah henti sampai terlelah aku dibuatnya, keluargaku yang hidup dengan sederhana  sangat terpukul melihat keadaanku, terlebih kedua orangtuaku…mereka sangat kecewa dan sedih dengan keadaanku, tak tersisa lagi kekuatan dalam diriku…sungguh Tuhan tidak adil…itu yang selalu ada dalam pikiranku  kala itu.

Atas permintaan dari kepala kantor dimana bapaku mengais rejeki, aku dipindahkan dari rumah sakit tugu ibu depok ke rumah sakit graha medika didaerah kebon jeruk untuk menjalani perawatan,  selama beberapa minggu kelumpuhanku, pemeriksaan pun mulai membuahkan hasil, rupanya aku terkena penyakit Hypo kalium, dan ada obatnya…akupun mulai bisa tersenyum. namun keadaanku tak pernah pulih seperti hari hari yang lalu, penyakit itupun datang dan datang lagi, dan hal yang paling membuat aku kecewa ketika dokter menyatakan bahwa seumur hidupku aku akan tergantung dengan obat…sungguh tidak bisa kuterima kenyataan ini…..

Beberapa tahun setelah aku bekerja di indramayu, hari hariku tak lepas dari obat, akupun mulai rajin berdoa tanpa kenal lelah sampai suatu hari keyakinanku muncul untuk membuang obatnya dan berharap dengan pasti Tuhan mau merubah hidupku, karena aku yakin Tuhan pasti sanggup menyelesaikan masalahku,  aku yakin Dia pasti menggendong ku, namun apa yang terjadi…beberapa hari setalah obat itu ku buang…….penyakit itupun datang lagi dan akupun kembali mengalami kelumpuhan, kepedihan tak pernah jauh dariku, kekecewaan dan putus asa mulai datang  menghantuiku, akupun dikirim kerumah sakit di daerah cirebon untuk kembali menjalani perawatan, Setelah tujuh hari keadaanku mulai membaik, tentunya dengan meminum obat yang sama, namun aku belum boleh pulang dan masih menunggu hasil analisa dari rumah sakit.

Hari itu hari Sabtu, hari libur untuk  instansi tempatku bekerja dan rumah sakit tempatku dirawat, dimana semua aktifitas rumah sakit hanya diawasi oleh  dokter jaga yang hanya boleh mengawasi dan merawat  pasien yang ada dan tidak boleh mengambil keputusan penting.

Pagi itu dengan seragam pasien aku dan beberapa teman pasien lainnya duduk duduk di depan teras kamar rawat inap untuk menikmati sinar matahari pagi, seorang bapak  tua yang gagah dengan penampilan yang rapih mengenakan sepatu putih, celana panjang putih dan kemeja ala hawaii dengan topi tikar putih berbentuk topi koboy yang sepertinya ingin pergi ketempat wisata itupun berjalan dihadapanku dengan santai, paling dia mau besuk anaknya…pikirku,  ketika beberapa meter sudah langkahnya melewatiku, bapak itupun berhenti dan berbalik sambil melihat mataku, dengan santainya aku membalikan muka umtuk tidak melihatnya…. karena memang aku tidak mengenalnya,  dia menghampiriku dan bertanya…..”kamu sakit …?”….iya…jawabku datar, sakit apa…?…dengan acuh aku menjawab pertanyaan nya….”nggak tau”, lalu dia meminta berkasku dari dokter jaga yang kebetulan melintas di depan kamarku, setelah beberapa saat dibacanya, orang yang tidak pernah kukenal itupun berkata…kalo kamu mau sembuh…buang aja obatnya dan kalo kamu mau pulang…kamu bisa pulang sekarang…nggak usah nunggu dokter…,  saya pun terheran atas ucapannya, siapakah orang yang tidak aku kenal ini…..? ? ? ?, kenapa dia menyuruhku membuang obatku…?, .dan mengapa dia suruh aku pulang sekarang…?, karena dia bukan dokter kepala yang kukenal..dan dia hanya orang asing yang kebetulan melintas di depanku…sungguh aku terheran dibuatnya, bahkan dokter jaga pun berjalan meninggalkan kami begitu saja.

Dengan separuh yakin mengikuti ucapannya akupun mengemasi pakaianku dan membuang obatku ke tong sampah dengan semangat dan bersiap  meninggalkan rumah sakit, sebelum aku beranjak….orang yang tidak pernah kukenal itupun memberikan saran agar aku menyempatkan diri untuk  singgah di tengah perjalanan nanti…  untuk minum air kelapa muda supaya sehat ….disalah satu warung dipinggir jalan arah  pulang ke indramayu, masih dengan setengah percaya…akupun menuruti saja apa yang dikatakannya…..

Sungguh Indah Kabar Mulia,  dari hari sabtu dihari itu..hingga saat ini…aku tak pernah lagi menyentuh obat obatan, penyakit yang dulu selalu menghantui ku kini seakan hilang ditelan bumi.

Sungguh aku percaya……Tuhan tak pernah jauh dari ku……

Sungguh aku percaya Dia menggendong aku……

Sungguh nyata perbuatan Tuhanku…

Sungguh Dia menyelesaikan masahku… bagaikan rusa rindu sungai……bagaikan air yang keluar di tengah cadas, begitu juga kasih setia NYA…..sedalam lautan….seputih pasir di pantai……Sungguh Abadi Selamanya.

Mintalah, maka kamu akan diberikan, Ketuklah, maka pintu akan dibukakan, dan Percayalah, Tuhan akan selalu menjaga  mu.

Perlahan mulai terdengar  lagi akhir dari bait yang sering kunyanyikan diusiaku yang masih muda

“Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap…dari cadas didepanku datang air yang segar”

bersama komunitas Aeromodelling Indonrsia

TUHAN jadikanlah diriku sebagai pribadi yang berguna bagi orang banyak demi kemuliaan namaMU

dari sekarang sampai selama lamanya…..Amin.

Comments on: "Air dari Cadas" (2)

  1. Ade, is this your real story?
    i’ve never heard about this one.. it’s amaze me
    God is so great, He’s so real in our single life.

    • Libby,

      heheheheheee……terima kasih banyak ya
      atas komentar nya……

      kok tau siih kalo aku punya blog…?
      hehehehee……jadi malu deh kita…..

      hahahahaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: